https://www.facebook.com/abdullah.rois.54

Selasa, 04 Oktober 2016

Surat Untuk Anak Cucuku di Masa Depan; Kokohkan Rasa Nasionalismemu, Buatlah Bung Karno Bangga



Surat Untuk Anak Cucuku di Masa Depan; Kokohkan Rasa Nasionalismemu, Buatlah Bung Karno Bangga
Penulis adalah santri di pondok  pesantren Annuqayah daerah Latee. aktif menulis esai, arikel, story dan puisi. perindu bulan purnama karena baginya saat itulah sebuah puisi akan tercipta buat putri tidur-nya.

penulis dapat dihubungi di email abdullahrois79@gmail.com
untuk Fb-nya klik DISINI dan DISINI buat twitter-nya
pengin lihat puisi-puisinya juga? klik HERE
atau pengin dapatkan cerita bahasa inggris?klik HERE


            Dulu, para pejuang kemerdekaan dan para pahlawan nasional, yakni orang tua dan nenek moyang kita, berjuang dengan gigih mempertaruhkan jiwa dan raga demi mengusir penjajah dari muka bumi Ibu Pertiwi. Mereka dengan semangat berapi-api tanpa pamrih, bangkit dan maju melawan para kolonialis juga imperialis yang telah lama menguasai, menyedot dan melahap seluruh kekayaan alam kita. Meski darah dan nyawa yang harus jadi taruhan para pejuang kita tidaklah menuntut dan mengharap apa-apa selain “Merdeka atau Mati”. Dan itulah perinsip serta tekad yang tidak bisa ditawar sedikitpun hingga mengantarkan mereka memiliki rasa nasionalisme yang “Kokoh Tak Tertandingi”.
            Atas nama bangsa Indonesia, Soekarno dan Moh. Hatta beserta pemuda-pemudi anak bangsa bersatu menjadi “Keluarga Kokoh” untuk memperjuangkan kemerdekaan negeri, hingga pada akhirnya mereka berhasil menancapkan panji kemenangan dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, pada 17 Agustus 1945. Dan sejak hari itulah Bangsa Indonesia menjadi negara merdeka dan berdaulat.
            Kita mengetahui jika kemerdekaan Indonesia sangat erat hubungannya dengan peran serta kaum muda. Mereka telah menunjukkan bukti nyata dengan terus memaksa kaum tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan saat jepang dikalahkan oleh sekutu. Bahkan Soekarno juga mengakui jika peran serta pemuda yang telah mampu mengantarkan Indonesia ke gerbang kemerdekaan. Dia mengatakan, “Berikan aku 10 pemuda  niscaya akan kugoncangkan dunia.”
            Jika kita hidup pada masa yang sama dengan masa Soekarno mungkin kita akan mengamini perkataan tersebut, namun nyatanya, setelah 71 tahun Indonesia merdeka negeri ini masih dijajah. Tentu kita tidak akan menemukan sepuluh pemuda yang akan mampu menggoncangkan dunia melainkan ribuan pemuda yang mampu menggoncangkan nusantaranya sendiri. Merekalah pemuda yang tidak memiliki rasa nasionalisme; para pemuda yang pintar mengambil uang rakyatnya, pemuda yang hanya tau berorasi tanpa memberikan solusi, pemuda yang hanya membanggakan budaya asing tanpa mempedulikan kebudayaannya sendiri. Sekarang kita dijajah bangsa sendiri!
            Sebagai agent of change pada masa sekarang dan masa yang akan datang kita memiliki peran yang tak kalah beratnya dengan para pejuang di masa lalu, yaitu malawan bangsa sendiri. Itulah yang dulu Soekarno khawatirkan. Dia mengatakan, “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi pejuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
Dulu yang bekerja sama dengan penjajah adalah beberapa raja dan tuan-tuan tanah serta orang-orang kaya, sekarang digantikan oleh rezim berkuasa, pengusaha kapitalis.  Mereka rela berkolaborasi dengan asing daripada rakyat sendiri demi kekuasaan. Entah pada masa kalian nanti!
Dulu yang bekerja sama adalah jawara, sekarang jawaranya tidak perlu lagi menjadi jagoan beladiri, mereka sekarang adalah pengusaha, media mainstream dan para kerbau-kerbau politik berkeliaran di sosial media membantu pencitraan rezim yang tidak kemilau, mereka memoles dusta, memutarbalikkan fakta kondisi masyarakat. Mereka begitu tega membodohi masyarakat dengan informasi gombal menjijikkan atas rakyat. Entah pada masa kalian nanti!
Kalau dulunya VOC pemimpinnya saja yang orang belanda, centengnya  orang Indonesia, sekarangpun sama, pribumi yang jadi scurity perusahan-perusahaan asing di Indonesia. Yang terjadi di freeport adalah contoh yang sangat nyata, bagaimana kita sampai sekarang masih di Jajah oleh perusahaan asing. Entah pada masa kalian nanti!
Sebagai solusinya, kita dan kalian di masa yang akan datang harus menyadari jika sebenarnya kita adalah negeri yang kaya dengan keberagaman adat, budaya dan agama yang terbentang luas di seluruh nusantara. serta kita harus meningkatkan rasa nasionalisme, yaitu dengan menunjukkan sikap mencintai dan bangga akan segala sesuatu yang kita miliki dan rela berkorban untuk menjaganya.
Inilah surat kasih sayang buat anak cucuku di masa yang akan datang. Jadilah generasi muda yang mampu berkontribusi bagi kehidupan bangsa. Buatlah agamamu bangga, orang tuamu bangga dan Bung Karno bangga, maka kita akan bangga!

Oleh : Abdullah Rais

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”
{Bung Karno}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar